Moses
- Man on Street Society
Rancangan Deklarasi 2009
Moses
adalah
organisasi kepemudaan rintisan yang merupakan akronim dari
"Man on Street Society",
yang sesungguhnya bukanlah bersumber dan berdasar dari kepemilikan
umat lain atas nama kesucian amanat yang menjadi kepercayaannya
terhadap kesamaan nama dari organisasi ini, yaitu atas nama
segala umat yang menjadiknnya sebuah kepemilikan yang hakiki,
maka kami sungguh menghargainya sebagai penghargaan sebesar
besarnya dari terangkatnya kebanggaan organisasi atas kebijakan
nama seperti yang di hargai tersebut, sehingga kami tidak
akan memungkiri secara berkali-kali apabila kutipan ini
adalah suatu kesengajaan, namun pada kenyataannya bahwa
organisasi kepemudaan ini adalah lahir dari suatu keterpurukan
yang harus dilawan, dengan demikian nama Moses
secara langsung ataupun tidak, adalah bagian dari kita semua.
Suatu
jangka yang megukurkan bahwa sekali waktu yang sekarang
berlaku merupakan ketepatan masa untuk di proklamirkannya
organisasi kepemudaan ini dengan memberikan suatu pengharapan
baru sebagai wujud rasa kepedulian,kebersamaan dan persatuan
kita sebagai jiwa muda bangsa Indonesia yang tatkala mendatang
merupakan peneropong sekaligus menjadi tongkat untuk bangsa
ini mengambil hikmah yang lebih mencirikan kebesaran yang
memang selayaknya harus selalu menjadi suatu kebanggaan.
Tradisionalisme bangsa sebagai wujud dari kekerabatan yang
sangat berdekatan wajib kita hidupkan kembali menjadi suatu
tonggak jiwa serta harus diputuslah kepemilihannya mulai
saat ini untuk menjawab kerinduan akan perubahan yang revolusioner
bagi pola pikir kebangsaan sehingga membangkitkan efek-efek
semangat nasionalisme yang tak perlu kita paksa untuk berbuat
kelak dalam pembuktian fakta kecintaan pada negeri, karena
tradisionalisme akan membentuk suatu cermin budaya spirituil
yang amat kokoh, dan ditakuti oleh bangsa-bangsa modern,
dengan demikian kemudian kita harus mencari jalan untuk
menunjukkan kelahiran kembali tradisionalisme dan menyingkirkan
segala kekacauan akibat modernisme yang sesungguhnya hanya
bertumu pada materialisme yang mengejar fakta-fakta ekonomis,
yang sama sekali berbeda dengan senyum nenek moyang kita,
yang bahagia tanpa kecanggihan teori neoimperialisme.
Sehingga
dalam pada itu, tersusunlah suatu organisasi kepemudaan,
yang terlahir dari alasan akan kerinduan pada kebangkitan
bangsa Indonesia serta merta hendak mencari jalan yang mungkin
bisa meluruskan dan mencari pembenaran diatas kebohongan
kenyataan bangsa ini terhadap sejarah sekalipun akibat intervensi
pihak asing, maka dari itu untuk menyelenggarakan perjalanan
kami, dibutuhkan sesuatu perjuangan kuat yang berlandaskan
pada :
1- Keteguhan tunggal
yang berlandaskan atas alam pikir yang berkesetaraan
2- Perserikatan sosial dengan kesadaran akan berkesatuan
3- Pergerakan sosial yang mentitik jernih pada tujuan yang
berkepatutan
4- Pembentukan tradisionalisme, terlepas dari segala kepentingan
yang berkepamrihan, dan dengan membenahi pemikiran dalam
melindungi segala apa yang diusahakan maka diperlukan suatu
Pembangunan sosial sebagai pertahanan kepatutan yang berkelanjutan.